KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menyelenggarakan kegiatan tanam serentak di lahan cetak sawah rakyat sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim ekstrem dan krisis global.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, Umar Kaderi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan berkelanjutan dan tepat sasaran guna meningkatkan luas tanam serta mengoptimalkan lahan pertanian, khususnya lahan tadah hujan.

“Kegiatan-kegiatan semacam ini bisa berkelanjutan, gerakan menanam padi ini adalah langkah kongkrit dan tepat sasaran dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, terutama dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional di tengah perubahan iklim ekstrem dan krisis global,” ujar Umar Kaderi, Kamis, 9 April 2026.

Itu ia ungkapkan saat dirinya menghadiri seremonial tanam serentak di Kecamatan Baamang Kelurahan Baamang Hulu. 

Menurutnya, gerakan tanam padi serentak mendorong petani untuk memanfaatkan waktu tanam yang tepat dan sumber daya secara efisien sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim secara efektif.

Umar menuturkan bahwa masa tanam berlangsung selama empat bulan, yaitu April, Mei, Juni, dan Juli, dengan optimisme panen sekitar bulan Agustus, sebelum puncak musim kemarau pada September dan Oktober yang dipastikan tidak turun hujan.

“Informasi yang kami dapat, awal musim kemarau berlangsung minggu ketiga Juni, sedangkan puncaknya di bulan September dan Oktober yang dipastikan kering, sehingga panen pada bulan Agustus sangat tepat,” jelasnya.

Gerakan tanam padi ini sejalan dengan arahan Kementerian Pertanian dalam mendukung program peningkatan produksi padi nasional yang bertujuan mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal yang dimiliki daerah.

Umar menegaskan pentingnya peran bersama untuk mempertahankan swasembada pangan sebagai bagian dari kedaulatan dan kemerdekaan bangsa.

 “Masalah pangan adalah kedaulatan, masalah pangan adalah masalah kemerdekaan, dan juga masalah survival sebagai bangsa. Maka jika kita ingin maju, pangan harus lebih aman terlebih dahulu,” tegasnya.

Dalam rangka mewujudkan hal ini, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus bekerja sama dan terlibat aktif dalam setiap langkah yang diambil demi ketahanan pangan Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sementara Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kotim Achmad Rifani mengungkapkan tanam serentak se Indonesia yang dipusatkan di Kalsel di Tanah Laut untuk 10 ribu hektar. Dalam hal ini Kalimantan Tengah menyumbang seluas 5.000 hektar dan Kotawaringin Timur menanam 284 hektar,.

"Kita juga ikut berpartisipasi dalam rangka Luas Tambah Tanam (LTT) program pemerintah RI untuk swasembada berkelanjutan, " imbuhnya. 

Lebih lanjut ia mengungkapkan dalam rangka tanam serentak padi di lahan cetak sawah rakyat di Kelurahan Baamang Hulu tersebut adan sekitar 35 hektar. Namun, yang bisa siap ditanam pada hari ini seluas 5 hektar. 

"Tetapi ini akan terus berlanjut, kelompok tani ini akan siap dan diikuti oleh kelompok tani lain yang ada di Kotim," ucapnya. 

Ia menegaskan pada periode April ini pihaknya mempunyai target cetak sawah rakyat 834 ha untuk Kotim. Dirinya untuk berharap program tersebut dapat bisa berjalan lancar walaupun ada beberapa lahan yang masih dalam proses dalam pengolahan untuk sewa cetak sawah rakyat. 

 "Kalau pesan Bapak Menteri Pertanian lahan CSR biar ada tunggulnya tetap ditanam. Teman-teman penyuluh juga harus mendampingi, " tutupnya. (DEVIANA/y)