PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga besar Mantan Bupati Kotawaringin Barat, H. Ujang Iskandar di Jalan HM Rafi’i, Pangkalan Bun, Kamis, 9 April 2026.

Pelayat dari berbagai kalangan hadir memenuhi rumah duka, untuk mengantar kepergian almarhumah Hj Yustina Ismiati Iskandar yang wafat, di Semarang, pada Rabu, 8 April 2026, kemudian diterbangkan ke Pangkalan Bun menggunakan maskapai Batik Air dan tiba hari ini sekitar pukul 09.40 WIB.

Tampak hadir dari sejumlah anggota DPD RI, DPRD RI, DPRD Provinsi, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat , para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para pelayat masyarakat Kobar.

Dengan nafas terengah dan suara bergetar, Ujang Iskandar menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pelayat yang hadir, memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada sang istri tercinta.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, menyiapkan tempat hingga prosesi ini berjalan lancar,” ucapnya lirih di hadapan para pelayat.

Dalam suasana penuh haru, ia juga mengenang perjalanan hidup almarhumah yang setia mendampingi dirinya, termasuk dalam perjalanan karier politik hingga menjabat sebagai Bupati Kotawaringin Barat, serta aktif di berbagai organisasi.

Ujang Iskandar juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, jika selama almarhumah berinteraksi terdapat kesalahan atau hal yang kurang berkenan.

“Sebagai manusia, apalagi di dunia politik, tentu banyak kekhilafan. Kami memohon dengan sangat, jika ada salah dan kekurangan almarhumah, mohon dimaafkan,” ujarnya.

Ia turut meminta keikhlasan masyarakat atas segala hal yang mungkin pernah diterima atau dinikmati almarhumah selama hidupnya.

“Jika ada termakan, terminum, mohon diikhlaskan. Namun jika ada yang berkaitan dengan utang, silakan sampaikan kepada kami. Insya Allah akan kami selesaikan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Ujang Iskandar bersama keempat anaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, termasuk atas nama keluarga besar.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan kami,” tuturnya. (DANANG/y)