PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyatakan rasa optimisnya bahwa akan kembali mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-10 secara beruntun.

Kepercayaan diri ini bukan tanpa alasan, mengingat kerja keras seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun laporan keuangan 2025 yang transparan dan akuntabel.

"Kita optimis saja ini berhasil diraih, maka pencapaian ini akan menjadi kado istimewa bagi Kota Cantik karena berhasil mencetak sejarah dengan meraih opini WTP sebanyak sepuluh kali secara berturut-turut," katanya, Kamis, 9 April 2026.

Dia menekankan bahwa penyusunan LKPD 2025 ini telah melalui proses rekonsiliasi yang ketat dan koordinasi intensif antar instansi.

Fokus utama pemerintah tidak hanya sekadar mengejar status WTP, tetapi juga memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah digunakan secara efektif untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kedisiplinan dalam pengelolaan aset dan pelaporan keuangan menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas laporan keuangan daerah dari tahun ke tahun," ujarnya.

Selama masa kepemimpinannya, Palangka Raya konsisten menunjukkan tren positif dalam tata kelola keuangan negara.

Predikat WTP yang diraih sembilan kali sebelumnya menjadi bukti nyata adanya komitmen kuat dalam menerapkan standar akuntansi pemerintahan yang berlaku.

Dengan penyerahan laporan lebih awal dari batas waktu yang ditentukan, Pemerintah Kota menunjukkan integritas dan kesiapan untuk diperiksa secara profesional oleh lembaga auditor negara tersebut.

Selain sebagai capaian administratif, Fairid berharap opini WTP ke-10 nantinya dapat menjadi motivasi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Menurutnya, mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada meraihnya, sehingga diperlukan sinergi yang berkelanjutan untuk meminimalisir temuan-temuan administratif yang berulang.

Ia meminta seluruh kepala OPD tetap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung agar data yang dibutuhkan auditor tersedia dengan cepat. (HENDRI/y)