BORNEONEWS, Palangka Raya – Kelangkaan elpiji 3 Kg subsidi menjadi salah satu persoalan utama yang dikeluhkan warga Kelurahan Banturung saat kegiatan reses anggota DPRD Palangka Raya dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Kamis, 9 April 2026.
Warga mengaku kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg untuk kebutuhan sehari-hari, terutama memasak. Kondisi ini juga kerap diikuti kenaikan harga di tingkat pengecer, sehingga semakin membebani masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II Komisi I DPRD Palangka Raya, Syaufwan Hadi, menyatakan persoalan distribusi elpiji perlu segera ditangani secara serius oleh pihak terkait.
“Kelangkaan elpiji ini tentu sangat berdampak bagi masyarakat. Kami akan menindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama instansi terkait agar distribusinya kembali normal,” ujar Syaufwan saat berdialog dengan warga.
Ia menegaskan, pengawasan distribusi elpiji harus diperketat guna mencegah penimbunan maupun penyaluran yang tidak tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan mengambil langkah cepat untuk memastikan pasokan elpiji tetap tersedia di tingkat masyarakat.
Syaufwan berharap, hasil reses ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga persoalan kelangkaan elpiji di Kelurahan Banturung bisa teratasi dan kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi. (MARINI/j)









