PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani atau NTP gabungan di Kalimantan Tengah pada Maret 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil pemantauan harga di wilayah perdesaan, NTP tercatat sebesar 137,75 atau mengalami kenaikan 1,04 persen dibandingkan Februari 2026 yang berada di angka 136,33.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa peningkatan NTP tersebut mencerminkan membaiknya daya beli petani di daerah. Kenaikan ini menjadi indikator penting dalam melihat tingkat kesejahteraan petani di wilayah perdesaan.

"Peningkatan NTP pada Maret 2026 dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 1,64 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang tercatat sebesar 0,59 persen," kata Agnes pada Kamis, 9 April 2026.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendapatan petani mengalami peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan dengan pengeluaran mereka. Dengan demikian, secara umum petani memperoleh keuntungan yang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP juga didorong oleh meningkatnya kinerja di beberapa subsektor pertanian.

"Subsektor tanaman pangan mencatat kenaikan sebesar 1,45 persen, diikuti hortikultura sebesar 1,39 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,07 persen, serta peternakan yang naik 0,28 persen," terang Agnes lagi.

Agnes menegaskan bahwa tren kenaikan ini diharapkan dapat terus berlanjut seiring dengan stabilitas harga dan peningkatan produksi di sektor pertanian. Ia juga menyebutkan bahwa peran berbagai subsektor tersebut menjadi penopang utama dalam menjaga kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)