BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perkebunan kelapa sawit selama ini oleh pihak Barat kerap dituding sebagai pemicu deforestasi, meski penilaian itu tak sepenuhnya benar. Universiti Putra Malaysia (UPM) mencoba membuktikannya.

Tim peneliti dari UPM menyebutkan, pohon sawit justru dapat melindungi hutan alam, karena dahan atau pohon sawit dapat dipakai sebagai bahan alternatif untuk menggantikan kayu untuk pembuatan mebel atau perabotan rumah tangga.

UPM melalui Institute of Tropical Forestry and Forest Products (INTROP) telah mengembangkan sebuah metode pembuatan komposit kayu berkualitas tinggi berasal dari batang pohon sawit secara efisien.

"Malaysia memiliki lahan perkebunan kelapa sawit terbesar kedua di dunia dengan area seluas 5,6 juta hektar. Kami sebagai peneliti yakin bahwa kayu sawit komposit berpotensi sebagai alternatif untuk jenis kayu lain," ujar Kepala Tim Peneliti Prof Dr Edi Suhaimi Bakar seperti dilansir The Sunday Daily.

Edi mengatakan, kayu sawit butuh metode efisien untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanannya dan kini ada metode baru yang membutuhkan enam langkah untuk menghasilkan kayu komposit dari pohon sawit berkualitas tinggi. Kayu komposit bahkan berani dibandingkan dengan jenis kayu lain yang biasa dipakai untuk membuat perabotan.    

Namun sebelum resmi dipasarkan secara komersial, kayu komposit pohon sawit ini perlu juga dibuat dalam beberapa jenis material, seperti kayu gergajian dan juga kayu lapis.  {NEDELYA RAMADHANI/m)