BORNEONEWS, Tamiang Layang – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan menghadirkan pelatihan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos, Kamis, 9 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret membekali keterampilan produktif sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan di dalam Rutan. Pelatihan terselenggara melalui kolaborasi dengan peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 2.
Bertempat di area pendopo blok hunian, kegiatan dipandu langsung oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Junaidi bersama jajaran staf, serta didampingi tiga peserta magang yang memberikan materi dan praktik secara langsung kepada WBP.
Sebanyak sembilan WBP mengikuti pelatihan dengan penuh antusias. Mereka tampak aktif menyimak setiap tahapan, mulai dari pemilahan bahan, proses pencampuran, hingga teknik pengolahan limbah organik seperti sisa makanan dan daun kering menjadi kompos yang siap digunakan.
Junaidi menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan pembinaan yang adaptif dan bernilai ekonomis.
“Program ini menjadi langkah positif dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi untuk masa depan mereka,” kata Agung.
Ia menambahkan, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk peserta magang, menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi pembinaan yang berkelanjutan.
Dengan keterampilan pengolahan kompos, warga binaan diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih produktif, mandiri dan siap berkontribusi secara positif setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui kegiatan ini, Rutan Tamiang Layang tidak hanya berupaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga binaan, sekaligus mengubah limbah menjadi berkah yang bernilai guna. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









