BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Khemal Nasery, tidak hanya menyerap aspirasi warga saat reses di Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, tetapi juga memaparkan kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi tekanan.
Di hadapan masyarakat, ia menjelaskan adanya pemotongan transfer dari pemerintah pusat yang berdampak langsung terhadap kemampuan anggaran daerah.
“Kami juga menyampaikan ke masyarakat soal kondisi fiskal daerah saat ini, termasuk adanya pemotongan transfer ke daerah yang berdampak pada pembangunan. Meski begitu, komitmen mendorong pembangunan tetap berjalan,” ujar Khemal, Jumat, 10 April 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat ruang fiskal pemerintah daerah menjadi terbatas, sehingga sejumlah program pembangunan harus disesuaikan dengan skala prioritas.
Ia menilai, keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait kondisi keuangan daerah menjadi hal penting agar warga memahami arah kebijakan pembangunan yang diambil pemerintah.
Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat prioritas pembangunan secara lebih proporsional di tengah keterbatasan anggaran.
Meski demikian, Khemal memastikan DPRD bersama pemerintah daerah tetap berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan, dengan fokus pada program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Selain infrastruktur, perhatian juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat lebih mandiri dan berdaya saing.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi sejumlah program Pemerintah Kota Palangka Raya, seperti Kampung KEREN dan program beasiswa yang dinilai berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami di DPRD siap mengawal agar program-program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya. (MARINI/j)









