PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Fraksi Demokrasi Bangsa DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendesak pemerintah daerah agar mengoptimalkan pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan untuk melanjutkan pembangunan pada Tahun Anggaran (TA) 2026.

Ketua Fraksi Demokrasi Bangsa DPRD Kobar, Rosad menyampaikan bahwa langkah ini penting dilakukan mengingat adanya keterbatasan anggaran daerah serta sejumlah pembangunan infrastruktur pada TA 2025 yang belum terselesaikan.

“Dengan kondisi anggaran yang terbatas, kami mendorong pemerintah daerah agar dapat menggandeng perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kobar untuk berkontribusi melalui dana CSR,” jelas Rosad, Jumat, 10 April 2026.

Rosad menilai, selama ini kontribusi CSR dari perusahaan di Kobar masih belum optimal, padahal potensi yang dimiliki cukup besar untuk membantu percepatan pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Banyak perusahaan beroperasi di Kobar, namun pemanfaatan CSR belum maksimal. Padahal ini bisa menjadi solusi untuk mendukung program prioritas daerah,” jelas Rosad.

Menurut Rosad, salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah lanjutan pembangunan Jalan Rungun hingga akses menuju Makam Muslim RT 7 Desa Sei Kapitan, Kecamatan Kumai. Dari total panjang sekitar 700 meter, realisasi pada TA 2025 baru mencapai sekitar 50 meter atau hanya sekitar 7 persen.

“Pembangunan jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap melalui sinergi dengan perusahaan, proyek ini bisa segera dilanjutkan dan diselesaikan,” jelas Rosad.

Rosad mengatakan, Fraksi Demokrasi Bangsa berharap pemerintah daerah dapat mengelola dana CSR secara lebih terarah dan terintegrasi.

"Sehingga dapat dimanfaatkan untuk membiayai program-program mendesak serta menjaga keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Kobar," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/j)