PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memberikan penjelasan mendalam mengenai esensi dari penyelenggaraan Lomba Kampung Keren yang tengah digalakkan di tingkat kelurahan.

Menurutnya, program ini dirancang bukan sekadar untuk mempercantik wajah kota secara visual atau mengejar estetika semata.

Lebih dari itu, lomba ini merupakan instrumen strategis untuk memicu kreativitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal yang ada di lingkungan masing-masing.

Fairid menekankan bahwa kriteria utama dalam "Kampung Keren" mencakup aspek inovasi dan kemandirian ekonomi.

"Setiap lingkungan diharapkan mampu menonjolkan ciri khasnya, baik itu melalui pengembangan UMKM, pengelolaan integrasi wisata lokal, hingga pemanfaatan lahan sempit untuk ketahanan pangan," katanya, Jumat, 10 April 2026.

Ia ingin setiap kelurahan memiliki identitas yang kuat sehingga mampu daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun investor.

Dalam penjelasannya, Wali Kota juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga. Lomba ini menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Fairid percaya bahwa melalui semangat gotong royong yang tumbuh selama persiapan lomba, beban pemerintah dalam pemeliharaan sarana prasarana publik akan menjadi lebih ringan karena adanya rasa memiliki dari warga.

Selain aspek lingkungan, poin penilaian yang tidak kalah penting adalah digitalisasi pelayanan dan administrasi di tingkat rukun tetangga (RT).

Fairid mendorong agar setiap kampung mulai mengadopsi teknologi sederhana untuk mempermudah koordinasi dan pelaporan warga.

Hal ini sejalan dengan visi Palangka Raya menuju Smart City, di mana transformasi digital harus dimulai dari unit terkecil di masyarakat.

Wali Kota berharap, setelah kompetisi ini berakhir, semangat perubahan yang telah terbangun tidak lantas padam. Ia menginginkan status Kampung Keren menjadi standar baru bagi seluruh wilayah di Palangka Raya, bukan hanya bagi mereka yang meraih juara.

Keberlanjutan program adalah kunci agar dampak positifnya terhadap peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat dapat dirasakan secara jangka panjang.

Dia menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus memberikan pendampingan dan apresiasi bagi wilayah yang menunjukkan progres signifikan.

Ia meyakini bahwa dengan terciptanya kampung-kampung yang inovatif dan tertata rapi, wajah ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini akan semakin maju dan mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia dalam hal tata kelola lingkungan berbasis masyarakat. (HENDRI/j)