JAKARTA –

BORNEONEWS, Istanbul – Iran membantah meluncurkan rudal maupun drone ke negara-negara Teluk sejak gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) mulai berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Jumat dini hari, menanggapi laporan media yang menyebut adanya serangan baru terhadap fasilitas di kawasan tersebut.

“Angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak melakukan peluncuran apa pun ke negara mana pun selama gencatan senjata hingga saat ini,” demikian pernyataan IRGC yang dimuat kantor berita Fars, Jumat, 10 April 2026.

IRGC menegaskan, jika laporan serangan tersebut benar terjadi, maka hal itu bukan dilakukan oleh Iran.

Mereka bahkan menyebut kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain yang disebut sebagai “musuh Zionis” atau Amerika Serikat.

Iran juga memastikan setiap operasi militer yang dilakukan akan diumumkan secara terbuka kepada publik.

“Setiap tindakan yang tidak tercantum dalam pernyataan resmi Republik Islam Iran tidak ada kaitannya dengan kami,” tegas IRGC.

Sebelumnya, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa, 7 April 2026. Kesepakatan tersebut dimediasi Pakistan sebagai langkah awal menuju penghentian konflik yang lebih luas.

Konflik antara Washington dan Teheran yang melibatkan Tel Aviv itu telah berlangsung sejak 28 Februari dan menyebabkan ribuan korban jiwa.

Namun demikian, terdapat perbedaan pernyataan terkait cakupan wilayah gencatan senjata. Iran dan Pakistan menyebut kesepakatan mencakup Lebanon dan wilayah lain, sementara Israel membantah hal tersebut.

ANTARA