PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional terus dilakukan melalui berbagai terobosan. Salah satunya ditunjukkan dalam kegiatan pelepasan serangga penyerbuk asal Tanzania yang dihadiri Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, diwakili Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir, Moh Alfansyah.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi multipihak dalam mencari solusi atas persoalan produktivitas sawit di Indonesia," kata Alfamayah pada Sabtu, 11 April 2026.

Selama satu setengah dekade terakhir, persoalan fruit set atau pembentukan buah kelapa sawit masih menjadi tantangan yang dirasakan di berbagai wilayah perkebunan. Fruit set merupakan hasil dari proses penyerbukan yang dipengaruhi banyak faktor, termasuk peran serangga penyerbuk utama.

Selama ini, kumbang Elaeidobius kamerunicus masih menjadi andalan sebagai agen penyerbuk kelapa sawit di Indonesia. Serangga ini pertama kali diintroduksikan dari Afrika melalui Malaysia pada 1980-an dan telah beradaptasi lebih dari 40 tahun dengan estimasi mencapai lebih dari 1.000 generasi.

Namun, seiring perkembangan bahan tanaman sawit yang memiliki potensi produksi lebih tinggi, muncul tantangan baru. Struktur tandan yang semakin padat dengan jumlah bunga yang lebih banyak menyebabkan E. kamerunicus kerap tidak mampu menjangkau bagian bunga yang lebih dalam. Kondisi ini berdampak pada menurunnya efektivitas penyerbukan.

"Situasi tersebut mendorong perlunya inovasi melalui introduksi serangga penyerbuk baru," katanya lagi.

Eksplorasi serangga penyerbuk dilakukan di kawasan Afrika, dengan dukungan pendanaan yang sebagian besar bersumber dari BPDP melalui skema riset inisiatif Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak, di antaranya R&D GAPKI dan PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), serta didukung konsorsium PIPPSI (Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Sawit Indonesia). Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi berkelanjutan guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi perkebunan kelapa sawit nasional. (TESTI PRISCILLA/H)