PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Di tengah padatnya arus lalu lintas di Kota Palangka Raya, aspek keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama yang harus terus dijaga.

Menyikapi hal tersebut, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Tengah melalui Seksi LLJSDPP melaksanakan kegiatan pemeliharaan perlengkapan jalan guna menjamin kenyamanan dan keamanan berkendara.

Fokus utama dari kegiatan pemeliharaan ini adalah pada pengecekan dan perawatan rambu lalu lintas yang terpasang di sepanjang ruas Jalan RTA Milono hingga Jalan Tjilik Riwut Kilometer 10.

Penanganan ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pelengkap jalan dalam kondisi prima dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya di tengah tingginya mobilitas warga.

Kepala BPTD Kelas II Kalteng, M Andi Rachmatullah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif belaka, melainkan sebuah upaya nyata untuk menjaga infrastruktur keselamatan jalan.

"Kami ingin memastikan setiap rambu tetap berfungsi optimal sebagai penunjuk arah sekaligus pengingat keselamatan yang efektif bagi masyarakat," katanya, Sabtu 11 April 2026.

Dalam pelaksanaannya, tim teknis melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari kondisi fisik daun rambu yang mungkin mulai kusam atau tertutup debu, proses pembersihan agar tulisan dan simbol terlihat jelas kembali, hingga perawatan pada tiang dan pondasinya agar tetap kokoh berdiri dan aman dari potensi kerusakan.

Dengan kondisi rambu yang bersih, terawat, dan tegak berdiri, informasi di jalan diharapkan menjadi lebih mudah dibaca dan dipahami oleh pengendara, baik saat melintas di siang hari maupun malam hari. Hal ini dinilai krusial untuk membantu mengurangi potensi kesalahpahaman di jalan yang bisa memicu kecelakaan, serta menciptakan arus lalu lintas yang tertib, aman, dan lancar.

Melalui kegiatan pemeliharaan ini, BPTD Kelas II Kalteng juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keselamatan di jalan.

"Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan kehati-hatian ekstra saat berkendara diharapkan menjadi budaya bersama demi menciptakan perjalanan yang selamat sampai tujuan bagi semua pihak," pungkasnya. (PATHUR/H)