BORNEONEWS, Jakarta - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyambut baik usulan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) untuk membentuk fasilitas khusus bagi ASEAN senilai 30 miliar dolar AS (Rp512,6 triliun) pada tahun 2026-2030.
Menurut pernyataan bersama dari 13th ASEAN Finance Ministers’ and Central Bank Governors’ Meeting (13th AFMGM), Sabtu 11 April 2026, fasilitas itu dibentuk dengan tujuan untuk mendukung implementasi Rencana Sektoral Keuangan ASEAN 2026-2030 dan Visi Komunitas ASEAN (ACV) 2045 “ASEAN yang Tangguh, Inovatif, Dinamis, dan Berpusat pada Rakyat”.
Selain mendukung Visi Komunitas ASEAN 2045, fasilitas itu juga akan digunakan untuk membangun ASEAN yang makmur, inklusif, dan berkelanjutan, dengan fokus pada keberlanjutan, transformasi digital, dan ketahanan regional menghadapi tantangan geopolitik, pandemi dan bencana.
“Kami menggarisbawahi bahwa akses ke fasilitas ini akan dipimpin oleh negara anggota dan selaras dengan rencana pembangunan nasional masing-masing negara anggota, kerangka kerja keberlanjutan utang, dan sistem manajemen keuangan publik, serta akan menghindari terciptanya kerentanan utang yang tidak semestinya,” mengutip pernyataan itu.
Selain itu, pernyataan itu menyebut Dana Infrastruktur ASEAN (AIF) akan memobilisasi lebih banyak sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur kawasan melalui jalur pinjaman kuat pada 2026-2030, mencakup 30 proyek regional senilai 19,4 miliar dolar AS (Rp331,5 triliun).
“Kami juga menyambut peluncuran Dana Konektivitas Regional (RCF) untuk Energi guna mendukung persiapan proyek ASEAN Power Grid (APG) dan keterlibatan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) dalam lebih meningkatkan visibilitas AIF dan kemitraan dengan para donor dan bank pembangunan multilateral lainnya,” menurut pernyataan itu.
Pada 7 April 2026, ADB telah meluncurkan RCF untuk Energi di Asia Tenggara untuk membiayai pekerjaan persiapan proyek penting untuk infrastruktur energi dan transmisi lintas batas di dalam ASEAN guna mencapai operasi ASEAN Power Grid terintegrasi penuh pada 2045.
RCF akan mempercepat persiapan proyek dengan menyediakan bantuan teknis dan hibah pembiayaan kesiapan proyek untuk mendukung proyek infrastruktur energi yang mencakup studi kelayakan, desain teknik, penataan keuangan, dan penilaian pengamanan.
Dana yang dikelola oleh ADB itu juga akan membiayai kegiatan yang terkait dengan pemberian nasihat kebijakan, perbaikan regulasi, peningkatan kapasitas, dan berbagi pengetahuan untuk meningkatkan lingkungan yang mendukung ASEAN Power Grid.
April 2025, ADB telah berkomitmen hingga 10 miliar dolar AS (Rp170,8 triliun) selama 10 tahun ke depan untuk ASEAN Power Grid dan investasi terkait untuk mempercepat koneksi listrik lintas batas, proyek jaringan listrik nasional, dan inisiatif energi terbarukan yang akan memfasilitasi perdagangan energi.
ANTARA









