BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat memperkuat upaya pencegahan abrasi di wilayah pesisir melalui langkah konkret berupa penyaluran bantuan sarana pengendalian abrasi sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mitigasi bencana.
"Pemerintah daerah terus berkomitmen menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi yang berpotensi merusak lingkungan serta mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat setempat," kata Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, Sabtu 11 April 2026.
Dia menerangkan di antara upaya pencegahan abrasi itu dengan dilakukannya penyerahan bantuan 300 lembar geobag yang terdistribusi untuk Desa Teluk Bogam 200 lembar dan Desa Keraya 100 lembar.
Menurut Nurhidayah, ancaman abrasi, banjir rob dan gelombang pasang akibat cuaca ekstrem adalah tantangan nyata yang ada di depan mata.
Untuk itu dengan penyerahan bantuan ini, Pemkab Kobar berupaya menjaga keselamatan warga, permukiman serta urat nadi perekonomian masyarakat pesisir, tidak terganggu oleh dinamika alam.
"Bantuan geobag ini adalah langkah penanganan darurat yang sangat krusial. Alat ini dirancang untuk meredam energi ombak dan menahan laju abrasi di titik-titik yang paling rawan," ucapnya.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Kobar itu pun meminta kepada pemerintah desa dan masyarakat di wilayah setempat agar saling bahu membahu pada proses pengisian dan penyusunan geobag.
"Geobag ini hanyalah benda mati. Ia baru akan berfungsi maksimal jika diiringi dengan semangat gotong royong," kata wanita berhijab ini.
Dirinya juga menghimbau penanganan risiko bencana di wilayah pesisir, tidak hanya sebatas tameng fisik seperti geobag. Namun, juga perlu meningkatkan kesadaran untuk merawat ekosistem pesisir, dengan menciptakan dan menjaga kelestarian mangrove dan tidak membuang sampah sembarangan.
Ia menambahkan, peran masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan upaya pencegahan abrasi. Warga pesisir diharapkan dapat berpartisipasi aktif, mulai dari menjaga ekosistem mangrove, tidak melakukan aktivitas yang merusak pantai, hingga ikut serta dalam kegiatan gotong royong penguatan garis pantai.
“Kesadaran kolektif masyarakat sangat menentukan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan semua pihak agar upaya mitigasi ini berjalan optimal,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi kebencanaan, termasuk pemahaman tentang mitigasi abrasi serta langkah-langkah penanganan dini saat terjadi potensi bencana.
"Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, kami optimistis upaya pencegahan abrasi dapat berjalan lebih efektif, sehingga mampu melindungi wilayah pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di daerah setempat," katanya.
ANTARA









