BORNEONEWS, Jakarta – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengklaim negaranya meraih kemenangan setelah konflik lebih dari 40 hari melawan Amerika Serikat dan Israel.
Menurutnya, posisi tersebut membuat Amerika Serikat menerima kerangka 10 syarat gencatan senjata yang diajukan Teheran sebagai dasar negosiasi damai.
“Iran berhasil memaksakan agar Amerika menerima 10 persyaratan yang diajukan,” ujar Boroujerdi dalam peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran di Jakarta, Sabtu, 12 April 2026.
Ia menyebut Iran mampu menggagalkan skenario perang cepat yang disebut ingin dilakukan oleh AS dan Israel, sekaligus menahan serangan hingga lebih dari 40 hari.
Boroujerdi juga mengklaim serangan balasan Iran telah menyasar sejumlah target militer, termasuk pangkalan yang disebut terkait dengan AS dan Israel.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi dasar bagi Iran untuk mengajukan syarat gencatan senjata sebagai bentuk upaya mengakhiri konflik.
Di antara poin yang diajukan, Iran meminta penghentian serangan, pencabutan sanksi, hingga penarikan pasukan AS dari kawasan Timur Tengah.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, juga menyatakan bahwa kerangka 10 poin tersebut telah diterima sebagai dasar pembahasan dalam negosiasi mendatang.
“Iran tetap membuka ruang diplomasi, namun tidak ingin gencatan senjata dimanfaatkan untuk kepentingan agresi baru,” ujarnya seperti dilaporkan media pemerintah Iran.
Ia menegaskan, setiap kesepakatan harus mencerminkan penghentian permusuhan secara menyeluruh, termasuk di wilayah-wilayah yang terdampak konflik.
Rencana negosiasi damai disebut akan berlangsung di Islamabad, Pakistan, sebagai upaya mencari solusi atas konflik yang terjadi.
ANTARA









