SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Video dan foto seekor buaya yang ditombak warga di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), viral di media sosial. Dalam narasi yang beredar, peristiwa tersebut disebut terjadi di wilayah Sei Ijum Raya.

Dalam video itu, terlihat seekor buaya berada di daratan dan dikerumuni warga pada malam hari. Hewan tersebut tampak sudah terjerat tali, sementara sejumlah warga membawa kayu panjang menyerupai tombak. Tak lama kemudian, dua tombak terlihat menghujam tubuh buaya tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian bermula saat buaya muncul di sekitar permukiman warga pada Sabtu malam, 11 April 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Buaya tersebut diduga mendekati kandang itik milik warga dan hampir memangsa ternak.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berteriak meminta bantuan, sehingga masyarakat sekitar berdatangan ke lokasi. Dalam kondisi panik dan merasa terancam, warga akhirnya menombak buaya tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kemunculan buaya di kawasan tersebut disebut bukan pertama kali terjadi dan kerap menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat.

Menanggapi video yang beredar, Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengaku telah menerima informasi tersebut. Namun hingga kini pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan lokasi pasti kejadian.

"Saya ada menerima informasi itu, tapi untuk lokasi pastinya masih belum bisa dipastikan," ujarnya, Minggu, 12 April 2026.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar Sungai Mentaya, terutama pada malam hari. Warga yang tinggal di bantaran sungai juga diminta memindahkan kandang ternak ke lokasi yang lebih aman.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak membuang bangkai hewan maupun sampah rumah tangga ke sungai, karena dapat mengundang keberadaan buaya.

Sementara itu, Kepala Desa Sei Ijum Raya, Mohammad Samsul, juga mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. Ia menyebut hingga kini pihaknya masih melakukan penelusuran.

"Saya sudah mencari informasi ke RT, linmas, dan masyarakat, tapi belum ada laporan pasti. Biasanya kalau ada kejadian seperti ini pasti langsung ramai," katanya.

Ia menambahkan, kemunculan buaya di wilayah tersebut memang kerap terjadi hampir di setiap sungai terutama sekitar Sungai Mentaya dan muara sungai Palingkau. 

Bahkan beberapa tahun lalu, warga pernah menemukan buaya yang terjerat jaring dan kemudian dievakuasi oleh BKSDA.

Pihaknya pun terus mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan atau menangkap buaya, agar dapat ditangani secara tepat dan aman.

"Saya selalu sampaikan kalau ada hal-hal seperti itu terkait buaya, masyarakat harus hati-hati. Kalau dapat atau tertangkap saya imbau diamankan dan dilaporkan agar ditangani pihak berwenang," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/J)