JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow – Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, membahas sejumlah isu strategis, mulai dari Selat Hormuz hingga program nuklir.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyebut pembicaraan juga mencakup pencabutan sanksi, pemulihan pascakonflik, serta upaya mengakhiri ketegangan di kawasan.

Menurutnya, keberhasilan negosiasi sangat bergantung pada keseriusan Amerika Serikat dalam mencapai kesepakatan yang adil.

“Keberhasilan perundingan bergantung pada niat serius dan pengakuan terhadap hak-hak Iran,” ujarnya seperti dilaporkan Reuters.

Selain itu, Pakistan sebagai tuan rumah turut mengusulkan skema patroli bersama di Selat Hormuz untuk menjamin keamanan jalur pelayaran internasional.

Usulan tersebut mencakup pengaturan lalu lintas kapal serta kerja sama pengawasan antara kedua pihak.

Delegasi Iran dalam perundingan ini dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, didampingi sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Sementara delegasi Amerika Serikat dipimpin Wakil Presiden J.D. Vance bersama utusan khusus Presiden Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Perundingan ini menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan dan membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

ANTARA