BORNEONEWS, Pulang Pisau - Belum lama ini media diramaikan dengan pemberitaan penangkapan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang terindikasi akan bergabung dalam perang Suriah. Satu diantaranya bernama Jang Johana, 25 tahun, Kelahiran Bandung 20 Oktober 1991, warga Desa Tagogapu, Bandung Barat, dan pernah mengenyam pendidikan SMA Negeri 1 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Hal tersebut dibenarkan oleh Suparno Kepala Sekolah SMA N 1 Kahayan Hilir kepada Borneonews saat dihubungi via ponsel Kamis (29/12/2016). Dia mengaku terkejut dengan pemberitaan salah satu alumni siswa yang pernah duduk di kelas jurusan IPA SMA 1 Kahayan Hilir tersebut.
Suparno mengatakan bahwa Jang Johana dikenalnya sebagai anak yang baik, dan rajin membantu orang tuanya sebagai pengepul barang bekas. "Dia lulus pada tahun 2010, dan kembali ke Bandung dengan ibunya. Anaknya sangat rajin dan suka membantu orang tuanya," terangnya.
Suparno mengatakan pada saat Jang sekolah di SMA N 1 Kahayan Hilir, dirinya masih guru biasa dan mengajar mata pelajaran kimia. "Pada saat kelas dua, Bapak Jang mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, bapaknya bernama Saefudin," kata Suparno.
Berdasarkan informasi Jang dan dua orang lainnya ditangkap di Suriah pada 5 Desember 2016 karena terindikasi akan bergabung untuk berperang di Suriah. Ketiganya kemudian dideportasi melalui Bandara Istanbul Turki. Mereka tiba kembali di Indonesia pada Sabtu, 24 Desember 2016. (JAMES DONNY/B-10)








