SAMP –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam K. Anwar, mengungkapkan jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi hingga bulan April 2026 mencapai 151 titik. Sebagian besar hotspot tersebut terkonsentrasi di Kecamatan Antang Kalang.

“Jumlah hotspot selama tahun  ini tercatat sebanyak 151 titik. Kecamatan Antang Kalang menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 42 titik,” ujar Multazam, Senin, 13 April 2026.

Ia merinci hotspot yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kotim, Antang Kalang 42 titik, Telaga Antang 18 titik, Bukit Santuai 15 titik, Mentaya Hulu 23 titik, Tuapan Hulu 3 titik, Parenggean 0 titik, Kota Besi 6 titik, Cenoaga Hulu 4 titik, Cempaga 8 titik, Telawang 5 titik, Seranau 1 titik, Baamang 0 titik, Mentawa Baru Ketapang 9 titik, Mentaya Hilir Utara 7 titik, Pulau Hanauat 1 titik, Menyatakan Jilid Selatan 1 titik, dan Teluk Sampit 8 titik.

 Jika dibandingkan bulan sebelumnya, Multazam menyampaikan bahwa pada Januari terdapat 113 titik hotspot, Februari hanya 2 titik, dan Maret kembali meningkat menjadi 36 titik.

“Trend ini menunjukkan fluktuasi jumlah titik panas yang perlu terus kita pantau dan antisipasi bersama agar tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas,” jelasnya.

Pihak BPBD Kotim terus melakukan pemantauan intensif di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna menanggulangi potensi kebakaran hutan dan lahan yang masih mengancam beberapa wilayah di Kabupaten Kotim.

“Pemantauan hotspot ini menjadi kunci utama kami dalam menyiapkan langkah pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran,” tutup Multazam. (DEVIANA/R)