PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa pengejaran target 12 indikator Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) bukan sekadar formalitas administratif untuk memenuhi standar nasional.

Ia memastikan bahwa setiap capaian dalam indikator tersebut harus memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput.

Fairid menyampaikan bahwa esensi dari peningkatan daya saing adalah menciptakan ekosistem kota yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih sejahtera bagi warganya.

"Target kita bukan hanya soal angka-angka dalam laporan BRIN. Saya ingin memastikan bahwa pemenuhan 12 indikator IDSD ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat Palangka Raya," ujarnya, Senin, 13 April 2026.

Dia menjelaskan, peningkatan pada pilar infrastruktur dan kesehatan dalam indikator IDSD, misalnya, harus bermanifestasi pada akses layanan medis yang lebih cepat serta fasilitas publik yang lebih layak.

Demikian pula dengan penguatan pilar pasar yang bertujuan untuk membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

"Ketika kita bicara tentang daya saing pasar, itu artinya kita sedang mengupayakan agar produk lokal kita lebih terserap dan lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda kita semakin terbuka luas," tambahnya.

Selain sektor ekonomi, Fairid menyoroti pilar sumber daya manusia sebagai kunci jangka panjang. Menurutnya, indikator pendidikan dalam IDSD harus tercermin pada peningkatan keterampilan warga agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri modern.

"Jika daya saing SDM kita naik, maka kemandirian ekonomi keluarga akan ikut terangkat. Kita ingin warga Palangka Raya menjadi tuan rumah yang kompeten di kotanya sendiri," jelas Fairid.

Sementara itu dalam aspek tata kelola dan inovasi, Fairid menekankan bahwa digitalisasi birokrasi harus memangkas waktu dan biaya yang dikeluarkan masyarakat saat mengurus administrasi.

Ia tidak ingin inovasi hanya menjadi kebanggaan instansi, namun justru menyulitkan warga yang belum melek teknologi.

"Inovasi itu harus memudahkan, bukan menyulitkan. Setiap sistem baru yang kita bangun dalam rangka IDSD ini harus membuat pelayanan publik menjadi lebih ringkas dan transparan bagi rakyat," tegasnya.

Fairid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga dan mendukung program pembangunan pemerintah. Ia meyakini, dengan kolaborasi yang kuat, daya saing daerah akan tumbuh secara organik dan berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh warga Kota Cantik. (HENDRI/j)