PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah mencatat pertumbuhan signifikan jumlah investor pasar modal di daerah tersebut.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyebutkan hingga Desember 2025 jumlah investor saham meningkat 49,50 persen secara tahunan (year-on-year).

“Jumlah investor saham bertambah 52.802 orang, dari sebelumnya 106.681 menjadi 159.483 investor,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.

Selain jumlah investor, nilai transaksi saham juga mengalami lonjakan signifikan. OJK mencatat kenaikan sebesar Rp352,44 miliar atau 101,11 persen, dari Rp348,58 miliar menjadi Rp701,02 miliar.

Tak hanya itu, jumlah nasabah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) juga menunjukkan tren peningkatan, seiring dengan nilai penjualan produk yang naik drastis.

“Nilai penjualan produk reksa dana meningkat Rp67,21 miliar atau 562,67 persen, dari Rp11,94 miliar menjadi Rp79,15 miliar,” jelasnya.

Primandanu menilai, tren positif ini mencerminkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal serta menjadi indikator pemulihan ekonomi dan stabilitas pasar di Kalimantan Tengah.

Ia menegaskan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan berkelanjutan, diperlukan dukungan sektor jasa keuangan yang stabil, inklusif, aman, dan terpercaya.

“Penguatan ekosistem keuangan yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.