PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Prosesi pemakaman primatologis legendaris dunia, Biruté Marija Filomena Galdikas, dipastikan akan dilaksanakan secara adat Dayak di halaman rumah duka di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu, 15 April 2026

Kepala Desa Pasir Panjang, Tamel Otol, Senin, 13 April 2026 menyampaikan bahwa pelaksanaan pemakaman tersebut merupakan sesuai dengan permintaaan mendiang primatologis tersebut serta bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah yang telah lama mengabdikan diri di Kalimantan Tengah, khususnya dalam kegiatan konservasi orangutan.

“Pemakaman almarhumah Birute Galdikas akan dilaksanakan secara adat Dayak sebagai bentuk penghormatan kepada beliau yang telah banyak berjasa bagi daerah ini,”  jelas Tamel Otol.

Tamel Otol menjelaskan, prosesi adat tersebut tentunya dipimpi  tokoh adat setempat dan diikuti masyarakat sekitar, sehingga pelaksanaannya berjalan sesuai dengan tradisi yang berlaku.

“Prosesi adat ini nantinya akan dipimpin oleh tokoh adat dan diikuti masyarakat, agar berjalan sesuai dengan tata cara dan nilai-nilai budaya Dayak,” jelas Tamel Otol.

Tamel Otol menambahkan, masyarakat Desa Pasir Panjang turut merasa kehilangan atas kepergian sosok yang selama ini dikenal dekat dengan lingkungan dan masyarakat setempat.

“Kami sebagai masyarakat sangat merasa kehilangan, karena beliau bukan hanya tokoh dunia, tetapi juga sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sini,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/j)