PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jekan Raya, Palangka 2 (SPPG Garuda) resmi menghentikan sementara operasional distribusi Makan Bergizi Gratis atau MBG terhitung mulai Selasa, 14 April 2026. Penghentian ini dilakukan menyusul arahan perbaikan infrastruktur dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala SPPG Garuda, David Marpaung, menyampaikan bahwa Senin, 13 April 2026 menjadi hari terakhir distribusi MBG sebelum dilakukan penataan ulang fasilitas pendukung layanan. Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, bukan karena adanya persoalan operasional ataupun internal.

“Ini murni untuk peningkatan kualitas layanan kami. Kami ingin memastikan seluruh fasilitas, termasuk standar kebersihan dan pengolahan makanan, semakin optimal,” ujar David.

Fayola sebagai Mitra dari SPPG juga menuturkan, proses renovasi yang dilakukan meliputi pembenahan infrastruktur dapur serta pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Selain itu, pihaknya juga tengah menjalani audit HALAL sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas kehalalan serta keamanan pangan bagi para siswa.

Fayola memperkirakan proses pengerjaan fisik dapat selesai dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, untuk tahapan administrasi hingga izin operasional kembali, diperkirakan memerlukan waktu tambahan sehingga total jeda operasional mungkin berkisar dua hingga tiga minggu.

Selama masa penghentian sementara ini,Ujar Fayoala yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia atau APJI DPD Provinsi Kalimantan Tengah.pihak sekolah telah mengimbau kepada para orang tua siswa agar membekali anak-anak dengan makanan dari rumah. Hal ini dilakukan agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi selama layanan MBG belum kembali berjalan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Harapannya, proses renovasi berjalan lancar dan kami bisa segera kembali melayani dengan kualitas yang lebih baik,” tutup Fayola. (TESTI PRISCILLA/y)