PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali membuka Penghargaan Sastra 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada para sastrawan yang menghasilkan karya berkualitas dan berkontribusi bagi pembangunan karakter bangsa.

Program yang telah digagas sejak 1989 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan ekosistem sastra nasional. Melalui penghargaan ini, karya-karya sastra dinilai tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga nilai edukatif dan dampaknya bagi masyarakat.

Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh penjaringan calon penerima penghargaan tersebut, khususnya dari wilayah Kalimantan Tengah yang dinilai memiliki potensi besar dalam dunia sastra.

"Balai Bahasa Kalteng mengajak para sastrawan, komunitas literasi, hingga penerbit di daerah untuk aktif mengusulkan karya terbaiknya," kata Sukardi pada Selasa, 14 April 2026.

Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan karya-karya lokal ke tingkat nasional.

“Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga ruang bagi sastrawan daerah untuk menunjukkan kualitas karyanya di kancah nasional,” ujar Sukardi lagi.

Dalam proses pengusulan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa membuka partisipasi luas bagi balai atau kantor bahasa, penerbit, komunitas, maupun perseorangan di seluruh Indonesia. Pendaftaran dilakukan melalui formulir daring yang telah disediakan panitia.

Adapun karya sastra yang diusulkan wajib dikirimkan sebanyak empat eksemplar untuk setiap judul dan harus sudah diterima panitia paling lambat 19 Juni 2026. Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, diharapkan penghargaan ini mampu menjaring karya sastra terbaik yang mencerminkan kekayaan budaya dan nilai-nilai bangsa. (TESTI PRISCILLA/H)