PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program SICANTIKS yakni Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah yang digelar di Kabupaten Kotawaringin Timur dinilai semakin relevan di tengah masih adanya tantangan literasi dan inklusi keuangan di kalangan perempuan. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan pemahaman masyarakat terhadap sistem keuangan syariah yang aman dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan perempuan tercatat sebesar 65,58 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,28 persen. Angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman dan akses terhadap layanan keuangan.

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius, khususnya dalam mendorong perempuan agar lebih memahami produk dan layanan keuangan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan keluarga, sehingga penting untuk memastikan mereka memiliki literasi yang memadai agar dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat,” ujarnya pada Selasa, 14 April 2026.

Selain itu, data pelaporan aktivitas keuangan ilegal di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan fakta yang cukup memprihatinkan. Sebanyak 68 persen pelapor berasal dari kalangan perempuan, sementara dari sisi wilayah, Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat sebanyak 425 laporan yang masuk melalui IASC.

"Melihat kondisi tersebut, OJK Kalteng menilai penguatan kapasitas perempuan menjadi langkah krusial," katanya.

Melalui edukasi berkelanjutan seperti SICANTIKS, diharapkan perempuan semakin sadar, cakap, dan terlindungi dalam mengakses layanan keuangan syariah, sekaligus lebih waspada terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan keuangan digital yang kian marak. (TESTI PRISCILLA/H)