BORNEONEWS, Palangka Raya – Dalam upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan sehat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketpang) Kota Palangka Raya menggelar kegiatan sosialisasi.
Bertempat di SDN 1 Sabaru, kegiatan ini mengusung tema "Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA)" yang ditujukan kepada para siswa dan warga sekolah setempat.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa 14 April 2026 ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Yusianto.
Kehadiran pemimpin teknis di lapangan ini menunjukkan keseriusan pihaknya dalam memastikan pesan mengenai pola makan yang benar dapat tersampaikan dengan baik dan dipahami oleh seluruh peserta yang hadir.
Dalam pemaparannya, Yusianto menjelaskan bahwa konsep B2SA bukan sekadar anjuran makan kenyang, melainkan memilih jenis makanan yang beragam, mengandung gizi seimbang, serta terjamin keamanannya.
"Hal ini penting untuk membangun fondasi kesehatan yang kuat bagi anak-anak usia sekolah agar tumbuh kembang mereka dapat berjalan optimal," ungkapnya.
Ia menekankan bahwa keberagaman jenis pangan yang dikonsumsi dapat mencegah risiko kekurangan gizi tertentu.
Dengan membiasakan diri mengonsumsi makanan dari berbagai kelompok, mulai dari karbohidrat, protein, sayuran, hingga buah-buahan, diharapkan tubuh anak-anak menjadi lebih bugar, imun meningkat, dan terhindar dari risiko penyakit di masa depan.
Selain aspek gizi, sosialisasi ini juga menekankan pentingnya keamanan pangan. Peserta diajak untuk lebih cerdas memilih makanan yang bersih, bebas dari bahan berbahaya, dan higienis saat dikonsumsi.
Hal ini bertujuan agar kebiasaan ini terbawa hingga ke lingkungan rumah dan menjadi perhatian bagi para orang tua.
Yusianto berharap, melalui kegiatan edukasi ini, SDN 1 Sabaru dapat menjadi pelopor sekolah sehat yang menerapkan prinsip B2SA.
"Penanaman kebiasaan makan yang baik sejak dini diharapkan mampu menciptakan generasi muda Kota Palangka Raya yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sehat dan kuat secara fisik," pungkasnya. (PATHUR/H)









