BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya terus berupaya mengoptimalkan Pilar ketujuh dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), yakni Pasar Produk guna menciptakan iklim ekonomi yang dinamis.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menjelaskan bahwa pilar ini sangat bergantung pada tingkat persaingan domestik dan keterbukaan pasar terhadap barang dan jasa lokal.
Menurutnya, pasar yang sehat akan mendorong inovasi di tingkat produsen serta memberikan pilihan terbaik bagi konsumen di Kota Cantik.
Dia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.
Ia menilai bahwa standarisasi kualitas dan kemudahan akses pemasaran menjadi kunci utama dalam memperkuat posisi produk lokal di pasar.
"Kita harus memastikan bahwa produk-produk asli Palangka Raya memiliki daya saing yang tinggi, baik dari sisi kualitas kemasan maupun harga, agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri," katanya, Selasa, 14 April 2026.
Zaini memaparkan bahwa pemerintah kota terus berupaya memangkas hambatan-hambatan yang dapat mengganggu distorsi pasar.
Hal ini mencakup pengawasan terhadap praktik monopoli serta penyederhanaan prosedur perdagangan bagi pelaku usaha kecil. Ia ingin agar setiap pengusaha memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh.
"Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada hambatan yang tidak perlu dalam distribusi barang, sehingga pasar produk kita berjalan efisien dan transparan," tambahnya.
Dalam konteks digitalisasi, Wakil Wali Kota juga mendorong para pedagang tradisional dan pelaku industri kreatif untuk memanfaatkan platform digital guna memperluas jangkauan pasar.
Ia melihat bahwa keterbatasan fisik pasar konvensional dapat diatasi dengan adopsi teknologi yang tepat.
"Era sekarang menuntut kita untuk masuk ke ekosistem digital. Jika pasar produk kita ingin kompetitif, maka digitalisasi adalah jalur yang tidak bisa ditawar lagi bagi para pelaku usaha," tegas Zaini.
Pemerintah Kota Palangka Raya juga berkomitmen untuk memperkuat perlindungan konsumen melalui pengawasan mutu produk yang beredar di masyarakat.
Zaini optimis bahwa penguatan pilar pasar produk akan berdampak langsung pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. Dengan pasar yang lebih terbuka dan kompetitif, kesejahteraan masyarakat diyakini akan turut terkerek naik.
"Tujuan akhir kita adalah menciptakan pasar produk yang inklusif, di mana pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Palangka Raya," pungkasnya. (HENDRI/R)
Wakil Wali Kota Palangka Raya Dorong Persaingan Usaha yang Sehat
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Komisi II DPRD Palangka Raya Bahas Tata Ruang Wilayah Bersama Pemko
DPRD Tampung Aspirasi Warga, Minta Kejelasan Status Kawasan Hutan
Karhutla Mengancam Gedung Perkantoran Pemko Palangka Raya, Asap Masuk Kantor OPD
Jangan Anak Tirikan Palangka Raya dalam Penanganan Karhutla
Ekonomi Palangka Raya Terganggu, DPRD Minta Perhatian Pemerintah Pusat
DPRD Palangka Raya Terima Kunjungan DPRD Kotawaringin Barat
Komentar (0)
Memuat komentar…







