BORNEONEWS, Sampit - Sebuah grub Media Sosial (Medsos) Facebook bernama Gay WBG Sampit, ramai menjadi perbincangan, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat karena adanya kegiatan menyimpang.
Grup tersebut telah memiliki sebanyak 1.373 pengikut yang didominasi oleh remaja. Tidak hanya dari Kota Sampit, tetapi juga ada yang dari sejumlah kecamatan hingga kabupaten tetangga.
Aktivitas dalam grup didominasi interaksi perkenalan antar anggota yang kemudian berlanjut pada komunikasi intens hingga ajakan bertemu secara langsung. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kalangan remaja.
Sejumlah orang tua mengaku resah dengan fenomena tersebut, mengingat pengawasan terhadap anak di era digital saat ini semakin sulit dilakukan.
“Dengan adanya grup itu, berpotensi dapat merusak generasi remaja. Jadi saya harus mengawasi ketat anak saya ketika bermain medsos," kata salah seorang warga Sampit, Selasa, 14 April 2026..
Fenomena serupa sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2018 silam. Saat itu, grup medsos yang juga dinilai meresahkan akhirnya ditindak dan ditutup.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat segera melakukan penelusuran terhadap aktivitas grup tersebut, guna mencegah dampak yang lebih luas.
"Harus ada tindakan dari aparat atau instansi terkait agar tidak menyebar luas dan remaja tidak terjerumus ke dalam hal negatif di dalam grub itu," ungkapnya.
Dengan adanya aktifitas di grup tersebut, irang tua diharapkan dapat lebih aktif mengawasi serta memberikan edukasi kepada anak-anak, agar bijak dalam menggunakan media sosial.
"Saya berharap grup tersebut dapat segera di tutup, supaya dapat menyelamatkan remaja dari perbuatan yang menyimpang," harap warga tersebut. (BUDDI RAHMAT H/R)









