BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Mulyadin, menekankan pentingnya perhatian serius terhadap penanganan stunting dalam arah pembangunan daerah ke depan, khususnya dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027.
Mulyadin menyampaikan, upaya penurunan angka stunting harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi muda di masa mendatang.
“Penanganan stunting harus menjadi perhatian serius, karena ini menyangkut upaya kita menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah,” jelas Mulyadin.
Mulyadin mengatakan, sektor pendidikan dan kesehatan memiliki hubungan yang sangat erat dan harus mendapatkan porsi yang memadai dalam perencanaan pembangunan. Menurutnya, keseimbangan kedua sektor tersebut penting agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Pendidikan dan kesehatan ini saling berkaitan, sehingga perlu mendapatkan perhatian yang seimbang agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Dalam hal pengentasan kemiskinan, Mulyadin mengatakan adanya komitmen jangka panjang dari Pemerintah Kabupaten Kobar untuk menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 4 persen atau mendekati 3 persen. Namun demikian, DPRD Kobar memasang target yang lebih optimistis.
“DPRD menargetkan angka kemiskinan bisa ditekan hingga 3,38 persen. Ini menjadi catatan penting bagi kami dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan,” jelas Mulyadin.
Mulyadin mengingatkan agar usulan dalam Musrenbang RKPD 2027 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga program nonfisik yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Program seperti bantuan dan pelatihan bagi UMKM serta upaya konkret pengentasan kemiskinan harus menjadi prioritas, karena dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)









