BORNEONEWS, Pulang Pisau – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Pulang Pisau memberikan edukasi sekaligus meninjau pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Dapur MBG Bereng, Selasa, 14 April 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DLHK Kabupaten Pulang Pisau, Godfridson, yang menekankan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara baik dan berkelanjutan, khususnya di lingkungan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Godfridson menyampaikan bahwa edukasi ini menyasar para pekerja dapur yang sebagian besar merupakan perempuan dan telah berkeluarga, sehingga diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Makanya saya sampaikan tadi, sasaran untuk saya ada di sini, karena rata-rata pekerja di Dapur MBG ini ada 40 orang dan itu perempuan semua,” ujar Godfridson.
Ia menambahkan, seluruh pekerja tersebut merupakan ibu rumah tangga yang berpotensi menyebarluaskan pengetahuan terkait pengelolaan sampah.
“Artinya ada 40 rumah tangga yang akan menyebar menyampaikan bagaimana tata kelola dan pemilahan sampah, baik organik maupun non-organik,” lanjutnya.
Selain memberikan edukasi, DLHK juga meninjau langsung kondisi IPAL di dapur tersebut. Menurut Godfridson, secara infrastruktur, sistem IPAL sudah tersedia dan tinggal dimaksimalkan pengelolaannya.
“Pengelolaannya itu tadi sudah saya lihat, tinggal diberikan mikroorganisme seperti M4 untuk membantu proses penguraian agar tidak menimbulkan bau ke lingkungan,” jelasnya.
Ia menilai, limbah dapur yang diolah dengan baik berpotensi menjadi pupuk organik yang bermanfaat.
“Ini luar biasa. Limbah-limbah tersebut bisa diolah menjadi pupuk organik. Saya berharap pengelola MBG Bereng bisa memastikan limbah dapur ini habis di sini dengan cara diolah menjadi pupuk,” tegasnya.
DLHK berharap melalui edukasi ini, pengelolaan limbah di Dapur MBG Bereng dapat menjadi contoh bagi pengelolaan limbah rumah tangga lainnya di Kabupaten Pulang Pisau. (RETHA/j)









