TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur mencatat realisasi pendapatan daerah hingga Triwulan I tahun 2026 masih rendah, yakni baru mencapai 22,97 persen dari total target yang telah ditetapkan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Barito Timur, Suma Wara Maharati, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan perlunya percepatan kinerja, terutama pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih jauh dari target.

“Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Barito Timur Triwulan I sampai 31 Maret 2026 adalah sebesar 22,97 persen dari target yang ditetapkan,” ujarnya, Selasa, 14 April 2026.

Suma menjelaskan, realisasi PAD baru mencapai 15,98 persen. Sementara itu, pendapatan transfer sudah berada di angka 25,80 persen, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah masih sangat rendah, yakni 2,38 persen.

Ia menegaskan, capaian PAD pada triwulan pertama seharusnya bisa mendekati 25 persen dari target tahunan. Namun, hasil yang ada saat ini masih belum memenuhi ekspektasi tersebut.

Karena itu, Kepala Bapenda mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil PAD untuk meningkatkan kinerja dan mempercepat realisasi pada triwulan kedua.

“PR besar untuk OPD-OPD yang mempunyai target realisasi PAD untuk bekerja keras mencapai target di triwulan kedua,” tegasnya.

Suma menambahkan, OPD yang belum mencapai target pada triwulan pertama harus segera melakukan langkah percepatan agar capaian PAD bisa mencapai minimal 50 persen pada pertengahan tahun.

“Jika belum mencapai target di triwulan I, maka pada triwulan II harus kerja keras mengejar realisasi sehingga menjadi 50 persen capaian dari target PAD yang ditetapkan pada masing-masing OPD penghasil PAD,” tandasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)