PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 21 pejabat manajerial di lingkungan kerjanya.

Upacara pelantikan ini digelar pada Selasa, 14 April 2026 di aula Tjilik Riwut Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah dan berlangsung secara terpusat.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan memadukan kehadiran langsung maupun melalui sambungan daring (virtual) yang diikuti dari masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai wilayah.

Hal ini memungkinkan prosesi berjalan tertib meskipun peserta tersebar di lokasi yang berbeda-beda, sekaligus menegaskan koordinasi yang solid antarinstansi.

Pelantikan dan rotasi ini mencakup sejumlah posisi kunci mulai dari Kepala Bidang di lingkungan Kantor Wilayah hingga pimpinan di UPT Pemasyarakatan.

Di antaranya, posisi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan kini dijabat oleh Suwarto menggantikan Leonard Silalahi, serta Kurniawan Wawondos yang menempati posisi Kepala LPKA Kelas II Palangka Raya menggantikan Suwarto.

Selain itu, terjadi pula pergantian pimpinan di sejumlah lembaga pemasyarakatan lainnya. Prayudha Rachmadany resmi menjabat Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Sampit menggantikan Sugiyanto, dan Tigor Immanuel Hutabarat diangkat sebagai Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Pangkalan Bun menggantikan Hery Anggara.

Sementara itu, jabatan Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya kini diemban oleh Aditya Jatari yang menggantikan Wayan Arya Budiartawan.

Dalam sambutannya, I Putu Murdiana menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama yang tidak bisa ditawar bagi para pejabat yang baru dilantik.

“Integritas adalah hal yang tidak bisa ditawar. Saudara-saudara harus mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan bekerja secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para pejabat meningkatkan kinerja dan profesionalisme, serta bersikap responsif terhadap dinamika perubahan. Sinergi yang kuat antara internal maupun pihak eksternal dinilai penting untuk menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks.

“Jadilah role model, ciptakan inovasi, dan segera beradaptasi agar organisasi semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (PATHUR/j)