BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Razia tiga lokasi hiburan malam (Karaoke) di Pangkalan Bun diduga bocor, tim gabungan pulang tanpa hasil. Saat ditest urine, semua pengunjung dan pemandu karaoke negatif narkoba.

Bahkan, saat petugas gabungan memeriksa dua Karaoke di Pasir Panjang, ruangan yang biasa digunakan untuk Karaoke itu tampak sepi pengunjung. Ini berbeda dari biasanya yang selalu ramai.
"Kita duga informasi razianya sudah bocor. Kita lihat ada keganjilan, karena mayoritas sudah sepi (pengunjung). Tidak seperti biasanya," ucap salah satu sumber Borneonews di Hotel Chandra Pasir Panjang. Jumat (30/12/2016).
Selain sepi pengunjung, tampak sejumlah pemandu Karaoke sudah berkumpul di salah satu ruangan di Hotel Chandra. Begitupun saat petugas memeriksa ruang Karaoke, tidak ada barang bukti narkoba ditemukan.
"Tampak rapi, test urine juga berjalan lancar. Hasilnya negatif semua," beber salah satu Petugas dari BNN Kabupaten Kobar.
Alhasil, sebanyak 25 personel gabungan dari Satresnarkoba Polres Kobar, BNN Kabupaten Kobar, Dinkes dan Denpom TNI balik ke markas tanpa mendapatkan satu pun tangkapan.
Kasatresnarkoba Polres Kobar, Iptu Kariatmono mengaku kemungkinan bocor tetap ada. Meski demikian, pihaknya sudah melakukan operasi ini secara tertutup. Operasi yang dilakukan itu merupakan perintah langsung dari Bareskrim Mabes Polri, serentak se-Indonesia.
"Mungkin saat kita melakukan razia di tempat pertama, mereka langsung berkomunikasi dengan tempat hiburan lainnya, sehingga bocor," ujarnya.
Kendati demikian, Kasat mengaku akan terus melakukan razia-razia seperti ini. Pihaknya juga memilih tempat hiburan sebagai target razia. Mengingat, potensi terjadi penyalahgunaan narkoba di lokasi hiburan tergolong tinggi.
"Kami akan terus melakukan razia seperti ini secara berkala dan continue. Semoga peredaran narkoba di Kobar terus menurun," tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/m)