KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas terus memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja rentan melalui optimalisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat.

Wakil Bupati Kapuas, Dodo, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program tersebut, khususnya bagi kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi namun minim perlindungan.

“Pemerintah daerah berharap pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Kapuas semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa, 14 April 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan yang digelar di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas. Kegiatan itu juga dirangkai dengan penyerahan simbolis santunan kematian kepada ahli waris peserta.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kapuas, Karolinae, mengungkapkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, jumlah pekerja rentan yang terakomodasi dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) sekitar 5.000 orang. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 15.000 orang.

“Evaluasi ini menjadi bahan penting agar ke depan cakupan perlindungan pekerja rentan dapat kembali ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kapuas, Satrio Adi Sasongko, mengapresiasi langkah Pemkab Kapuas dalam mendukung pelaksanaan program Jamsostek di daerah.

Menurutnya, komitmen pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam memastikan program perlindungan sosial berjalan optimal dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami melihat komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dalam memastikan program ini berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.

Penyerahan santunan kematian kepada ahli waris peserta menjadi salah satu bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan, sekaligus memperkuat rasa aman bagi masyarakat dalam menghadapi risiko kerja.