SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan harga beras tetap stabil meski terjadi kenaikan pada sejumlah jenis beras di pasaran dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Perum Bulog Kotim, Muhammad Azwar Fuad, mengatakan harga beras medium Bulog saat ini masih berada di kisaran Rp11.300 per kilogram untuk harga tebus, sedangkan mitra menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) maksimal Rp13.100 per kilogram. Untuk beras premium, harganya juga tidak berubah, yakni Rp15.400 per kilogram.

“Harga beras Bulog masih stabil dan tidak mengalami kenaikan seperti di pasaran,” ujarnya, Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil survei bersama Satgas Saber Pangan, kenaikan harga di pasar terjadi pada jenis beras pera seperti mayang, siam banjar, dan siam epang.

Menurutnya, lonjakan harga tersebut dipengaruhi faktor musiman, karena April merupakan periode paceklik menjelang masa panen.

“April ini memang masa paceklik, terutama beras lokal yang panennya hanya sekali dalam setahun. Diperkirakan panen mulai Mei dan harga berangsur turun pada awal Juni,” jelasnya.

Fuad menegaskan, harga beras Bulog tidak terdampak fluktuasi pasar karena telah ditetapkan secara nasional.

Dari sisi ketersediaan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog Kotim saat ini mencapai sekitar 6.900 ton, yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sembilan bulan ke depan.

Selain itu, Bulog juga terus melakukan penyerapan hasil panen petani dari wilayah Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, dengan target sekitar 5.000 hingga 6.000 ton secara bertahap.

“Setiap hari stok terus masuk, kami optimistis penyerapan panen berjalan baik,” katanya.

Sementara itu, salah satu pedagang beras di Pasar Keramat Sampit, Ridwan, membenarkan adanya kenaikan harga pada beberapa jenis beras pera sejak Ramadan.

“Beras mayang, siam banjar, dan siam epang mengalami kenaikan sekitar Rp3.000 sampai Rp6.000 per kilogram,” ungkapnya.

Ia merinci, harga beras mayang kini mencapai Rp26.000 per kilogram dari sebelumnya Rp20.000. Sementara siam banjar naik dari Rp17.000–Rp19.000 menjadi Rp22.000, dan siam epang dari Rp20.000 menjadi Rp23.000 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut masih bertahan hingga saat ini.

“Harga itu rata-rata masih di posisi tinggi,” tandasnya.