JAKARTA –

BORNEONEWS, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan peluang kelanjutan perundingan dengan Iran dalam waktu dekat, bahkan menyebut proses tersebut bisa kembali berlangsung dalam dua hari ke depan.

Dalam wawancara dengan media AS, Trump mengungkapkan optimisme bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meski lokasi pertemuan belum sepenuhnya dipastikan.

“Sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan,” ujarnya, Selasa, 14 April 2026.

Trump sempat menyebut Pakistan sebagai salah satu opsi lokasi perundingan, merujuk pada peran Asim Munir yang dinilai memiliki hubungan baik dengannya dan berpengalaman dalam upaya mediasi konflik di kawasan.

“Dia fantastis, dan kemungkinan besar kami akan kembali ke sana,” kata Trump.

Namun, dalam pernyataan terpisah, Trump juga membuka kemungkinan lokasi lain untuk perundingan, menandakan belum adanya keputusan final terkait tempat berlangsungnya dialog.

“Kami mungkin akan memilih lokasi lain. Opsi itu sedang kami pertimbangkan,” tambahnya.

Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pembicaraan lanjutan dengan Iran masih dalam tahap pembahasan dan belum dijadwalkan secara resmi, terutama menjelang berakhirnya gencatan senjata sementara dalam waktu dekat.

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sebelumnya berdampak signifikan terhadap pasar global, termasuk lonjakan harga minyak akibat terganggunya jalur distribusi energi di Selat Hormuz.

Upaya diplomasi sempat dilakukan melalui perundingan awal di Islamabad, Pakistan, namun belum menghasilkan kesepakatan konkret. Situasi tersebut mendorong langkah-langkah strategis lanjutan dari pihak AS, termasuk pengamanan jalur maritim penting di kawasan tersebut.

Di sisi lain, dinamika geopolitik ini juga memicu perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terkait pendekatan terhadap konflik Iran.

Meski demikian, peluang dilanjutkannya perundingan memberi harapan baru bagi terciptanya stabilitas kawasan dan meredanya ketegangan global dalam waktu dekat.

ANTARA