BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Pemerintah terus memperkuat kesadaran lingkungan di dunia pendidikan melalui Program Gerakan Peduli Lingkungan Hidup di Sekolah atau Sekolah Adiwiyata.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Seruyan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Sekolah Adiwiyata Tahun 2026 di Aula BKAD Seruyan.
Kegiatan yang dihadiri Staf Ahli Bupati Seruyan Mulladi itu diikuti sejumlah sekolah yang menjadi sasaran program Adiwiyata di wilayah Kabupaten Seruyan.
Dalam sambutan Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda yang dibacakan Staf Ahli Bupati, ditegaskan bahwa pelaksanaan program Adiwiyata merupakan langkah nyata dalam menanamkan sikap peduli lingkungan kepada peserta didik sejak dini.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting sebagai tempat pembentukan karakter generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.
“Melalui program Adiwiyata, sekolah menunjukkan aksi nyata dalam menanamkan sikap ramah lingkungan kepada peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan sekolah sebagai tempat belajar yang nyaman, bersih, indah, hemat, dan menyehatkan,” ungkapnya, sebagaimana rilis diterima pada Rabu, 15 April 2026.
Program Adiwiyata juga dinilai sejalan dengan upaya pembangunan berkelanjutan yang manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.
Pemerintah daerah berharap sekolah mampu menjadi pelopor perubahan dalam menjaga lingkungan di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kemajuan zaman, lanjutnya, memang membawa dampak positif di berbagai sektor seperti ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Namun, di sisi lain juga berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan jika tidak diimbangi kesadaran dan kepedulian bersama.
Karena itu, melalui kegiatan Bimtek ini diharapkan sekolah dapat memahami secara menyeluruh konsep dan implementasi Sekolah Adiwiyata, mulai dari pengelolaan lingkungan, penghematan energi, hingga pembentukan budaya ramah lingkungan di lingkungan sekolah. (FAHRUL/j)









