BORNEONEWS, Palangka Raya - Mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah (RAFI 2026) turut mendorong peningkatan aktivitas digital di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan. Kenaikan ini terlihat seiring arus perjalanan dan kebutuhan komunikasi selama momen mudik dan Lebaran.
VP Area Network Operations Telkomsel Pamasuka, Anky Arief Priyagung, menyebutkan bahwa peningkatan kapasitas dan pemantauan jaringan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri, terutama di wilayah dengan pergerakan masyarakat yang tinggi seperti Kalimantan.
"Pemantauan jaringan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk pada titik-titik prioritas seperti jalur mudik, kawasan permukiman, dan pusat keramaian, guna memastikan layanan tetap stabil selama periode Lebaran," kata Anky dalam rilisnya pada Rabu, 15 April 2026.
Berdasarkan data internal Telkomsel area Pamasuka, pergerakan pelanggan antarwilayah mencapai puncaknya pada H+2 Idulfitri dengan total sekitar 807 ribu pelanggan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 284 ribu pelanggan tercatat bergerak menuju wilayah Kalimantan, menjadikannya salah satu tujuan utama selain Sulawesi dan Papua.
Sejalan dengan peningkatan mobilitas, trafik data di Kalimantan juga mengalami kenaikan sebesar 7,8 persen dibanding hari normal. Secara keseluruhan di wilayah Pamasuka, payload trafik data mencapai 17,4 PetaByte atau meningkat 10,4 persen, menunjukkan tingginya penggunaan layanan digital selama periode tersebut.
Aktivitas digital masyarakat didominasi penggunaan aplikasi komunikasi dan media sosial. Layanan pesan instan seperti WhatsApp mencatat pertumbuhan paling tinggi hingga 38,13 persen. Selain itu, platform seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan YouTube juga menjadi pilihan utama masyarakat untuk berkomunikasi maupun mengakses hiburan.
Dari sisi kategori layanan, komunikasi menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan 37,32 persen. Disusul kategori media sosial sebesar 34,61 persen dan e-commerce yang meningkat 29,7 persen, mencerminkan tingginya aktivitas belanja daring selama periode Lebaran.
Di Kalimantan sendiri, lonjakan trafik terlihat signifikan di sejumlah daerah tujuan mudik. Kabupaten Hulu Sungai Utara mencatat peningkatan hingga 72,6 persen, sementara Hulu Sungai Tengah mencapai 68,5 persen. Meski terjadi lonjakan, kualitas layanan jaringan tetap terjaga dengan tingkat ketersediaan mencapai 99,5 persen dan penyelesaian gangguan di titik prioritas sebesar 97,2 persen. (TESTI PRISCILLA)









