BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Lonjakan harga bahan baku menjadi tantangan serius di sektor usaha minuman. Tidak hanya mengalami kenaikan harga, sejumlah bahan baku juga mulai sulit ditemukan di pasaran.
Chandra dari 08 Street Coffee Kuala Pembuang, mengungkapkan bahwa kondisi ini cukup menyulitkan dalam menjalankan usaha sehari-hari. Kenaikan harga yang terjadi dinilai cukup tinggi dan tidak sebanding dengan kondisi sebelumnya.
“Untuk kenaikan bahan baku sangat membuat kesusahan, di mana harga terus naik dan banyak stok yang kosong. Terutama susu UHT yang sangat susah dicari dan kenaikannya tidak masuk akal,” ujar Chandra, Rabu, 15 April 2026 sore .
Beruntung pihaknya masih memiliki stok susu UHT yang telah disiapkan sebelumnya, sehingga operasional usaha masih bisa berjalan hingga saat ini.
Selain susu UHT, kenaikan harga juga terjadi pada bahan pendukung lainnya seperti cup, plastik, dan sedotan yang ikut mengalami lonjakan. Hal ini tentu semakin menambah beban biaya produksi.
Meski dihadapkan pada berbagai kenaikan tersebut, 08 Street Coffee tetap berkomitmen untuk tidak menaikkan harga jual kepada pelanggan.
“Untungnya kami masih ada stok. Untuk price list, kami tetap tidak menaikkan harga,” tambahnya.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kepercayaan pelanggan di tengah kondisi harga bahan baku yang tidak stabil.
Diharapkan, ke depan harga dan ketersediaan bahan baku dapat kembali normal sehingga usaha dapat berjalan dengan lebih baik. (FAHRUL/j)









