BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas dan kesejahteraan petani sawit sebagai bagian dari strategi nasional mendukung ketahanan pangan dan energi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk penguatan peran UMKM berbasis sawit di berbagai daerah.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan praktik pengolahan daun sawit menjadi pakan ternak serta pembuatan biochar dan tankos skala UMKM di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Kegiatan ini diikuti ratusan petani sawit plasma, pengurus koperasi, serta pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya peningkatan keterampilan berbasis inovasi.
Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong petani sawit agar memiliki kemampuan teknis yang mumpuni sekaligus kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan.
"BPDP hadir tidak hanya sebagai pengelola dana, tetapi juga sebagai motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor sawit," kata Helmi dalam rilisnya pada Rabu, 15 April 2026.
Helmi mengungkapkan, BPDP memiliki sejumlah program strategis, mulai dari beasiswa, riset, pengembangan biodiesel, pelatihan petani, hingga dukungan promosi bagi UMKM.
Ia juga menekankan bahwa komoditas sawit memiliki peran penting dalam menghadapi dinamika global, terutama terkait ketahanan pangan dan energi, termasuk target implementasi biodiesel B-50 pada Juli 2026.
“Kita memiliki keunggulan besar dari sawit. Jika produktivitas terus ditingkatkan, Indonesia bahkan berpotensi menuju B-100. Ini bukan hanya soal energi, tetapi juga ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi BPDP bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) serta didukung pemerintah daerah. Melalui praktik langsung seperti pembuatan pakan ternak dari daun sawit dan biochar dari tandan kosong, BPDP mendorong petani agar mampu mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, sehingga tercipta ekosistem usaha yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan menyejahterakan. (TESTI PRISCILLA/j)









