PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem rantai pasok dan mendorong kemitraan multipihak guna meningkatkan daya saing industri kelapa nasional. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion atau FGD bertema penguatan kapasitas rantai pasok dan model kemitraan penyediaan bahan baku kelapa melalui kerja sama pentahelix.

FGD tersebut diselenggarakan oleh IPB University bersama PT Sasa Inti di kawasan Lembaga Kawasan Science Terpadu (LKST) IPB, Kota Bogor. Kegiatan ini menghadirkan beragam pemangku kepentingan dari unsur industri, pemerintah, akademisi, hingga komunitas pegiat kelapa.

Sejumlah pihak yang terlibat antara lain perwakilan pemerintah daerah Minahasa Selatan, praktisi industri, akademisi, serta organisasi seperti Roemah Kelapa Indonesia. Diskusi juga diikuti mahasiswa dan peneliti yang memberikan perspektif komprehensif dalam upaya memperkuat rantai pasok dan kemitraan berkelanjutan di sektor kelapa.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin, menegaskan bahwa penguatan sektor hulu menjadi fondasi utama dalam membangun rantai pasok kelapa yang terintegrasi.

"Meskipun Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar dunia dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap produksi global, nilai tambah industri masih belum optimal," kata Normansyah pada Rabu, 15 April 2026.

Ia menjelaskan, struktur industri kelapa nasional saat ini masih didominasi produk mentah dan setengah jadi. Kondisi tersebut menyebabkan potensi ekonomi yang seharusnya dapat diperoleh dari hilirisasi belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku industri dalam negeri.

Lebih lanjut, Normansyah mengungkapkan sejumlah tantangan utama yang dihadapi, di antaranya rendahnya produktivitas yang masih sekitar 1,1 ton per hektare, tingginya proporsi tanaman tua, serta keterbatasan akses petani terhadap pembiayaan, teknologi, dan sarana produksi.

"Intervensi program yang terstruktur dan berkelanjutan diperlukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang stabil sekaligus meningkatkan posisi tawar petani dalam rantai nilai industri kelapa nasional," bebernya. (TESTI PRISCILLA/j)