PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rangkaian upacara pemakaman ilmuwan dunia Prof. Dr. Birute Marija Filomena Galdikas di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu, 15 April 2026, dilanjutkan dengan prosesi adat Dayak Kaharingan yang sarat makna.

Usai prosesi penaburan bunga di area pemakaman, para pelayat mengikuti tradisi dengan menginjak dua jenis daun, yakni daun tantomu dan daun sombung menggunakan kaki kiri dan kanan. 

Tradisi ini merupakan bagian dari adat istiadat Kaharingan suku Dayak Pasir Panjang sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah.

Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan diikuti keluarga, masyarakat, serta para pelayat yang hadir di lokasi pemakaman. Setiap tahapan dilakukan sesuai tata cara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Setelah seluruh rangkaian pemakaman selesai, di rumah duka akan dilanjutkan dengan prosesi palang pintu. Tradisi ini menandai penutupan sementara akses di area kediaman almarhumah.

Dalam prosesi palang pintu tersebut, warga dari luar tidak diperkenankan memasuki wilayah kediaman, sementara para ahli waris juga tidak diperbolehkan keluar dari area rumah duka selama masa adat berlangsung. 

Rangkaian ini merupakan bagian dari penghormatan dan aturan adat Dayak Kaharingan yang masih dijaga oleh masyarakat setempat. (WAHYU KRIDA/H)