BORNEONEWS, Sampit – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Cabang Sampit memastikan stok untuk penyaluran bantuan pangan tahap II aman terutama untuk ketersediaan beras dan minyak goreng.
"Penyaluran sudah dimulai. Bantuan pangan ini merupakan program nasional dan kami pastikan stok kita aman," kata Kepala Perum Bulog Cabang Sampit, Muhammad Azwar Fuad, Rabu, 15 April 2026.
Penyaluran bantuan pangan tahap II tersebut sebuah langkah yang dinantikan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah berbagai tantangan ekonomi. Perum Bulog Cabang Sampit memastikan ketersediaan stok beras dan minyak goreng dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan penerima bantuan dengan tanpa hambatan.
"Stok beras CBP kita saat ini sekitar 6.900 ton dengan ketahanan hingga sembilan bulan. Ini sangat cukup, apalagi kebutuhan bantuan pangan untuk tiga kabupaten, yakni Kotim, Seruyan, dan Katingan, kurang lebih hanya sekitar 1.200 ton," sebutnya.
Menurutnya, program nasional tersebut telah dirancang dengan distribusi yang terukur dan preparasi matang dari tahap produksi hingga distribusi ke setiap desa untuk memastikan tidak ada kekurangan bahan pangan yang menggangu kelancaran proses.
“Karena ini program nasional, suplai dari pabrik ke Bulog sudah disesuaikan dengan jumlah penerima. Jadi bahan pangan dipastikan aman,” tegasnya.
Sumber pangan yang disalurkan adalah beras medium yang berasal dari CBP, setara kualitas dengan beras yang didistribusikan dalam program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Proses distribusi sudah dicanangkan dan mulai berjalan di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Baamang. Penyaluran direncanakan selesai sebelum batas akhir yang ditetapkan pemerintah yaitu 31 Mei mendatang.
“Penyaluran sudah mulai, baru di Baamang. Dari Bapanas, target penyelesaian sampai 31 Mei,” ungkapnya.
Dalam paket bantuan tersebut, tiap keluarga penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dialokasikan selama dua bulan, yang secara nyata akan meringankan beban keluarga terutama yang rentan ekonomi.
“Per kepala keluarga total menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” pungkas Azwar.
Langkah itu menjadi harapan nyata untuk memastikan ketahanan pangan di Kotim terjaga, sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah dan Bulog dalam menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat tepat waktu serta dengan kualitas yang dapat diandalkan. (DEVIANA/R)









