PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya kini tidak hanya memfokuskan diri pada layanan peminjaman buku, tetapi juga memperluas peran melalui program literasi berbasis inklusi sosial.

Program ini dirancang untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar sepanjang hayat yang mampu memberdayakan masyarakat melalui berbagai pelatihan keterampilan praktis.

Dengan pendekatan ini, literasi diharapkan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi warga.

Plt Kepala Dispursip Kota Palangka Raya, Benhur Pangaribuan, menjelaskan bahwa literasi inklusi sosial adalah upaya untuk mentransformasi perpustakaan menjadi tempat berbagi pengalaman dan peningkatan skill.

Melalui program ini, perpustakaan memfasilitasi berbagai kegiatan seperti pelatihan kewirausahaan, kerajinan tangan, hingga teknik pengolahan pangan yang melibatkan masyarakat umum dan pelaku UMKM lokal.

“Melalui program inklusi sosial, buku-buku panduan yang ada di rak kami terjemahkan menjadi aksi nyata lewat pelatihan keterampilan, sehingga warga memiliki bekal untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” katanya, Rabu, 15 April 2026.

Benhur menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting dalam menyukseskan program ini.

Dispursip menggandeng para instruktur ahli dan praktisi untuk membimbing warga agar mampu menghasilkan produk yang bernilai jual.

Hal ini membuktikan bahwa perpustakaan dapat menjadi katalisator dalam mengurangi angka pengangguran dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di Kota Palangka Raya.

Respon masyarakat terhadap program ini pun dinilai sangat positif, terlihat dari antusiasme peserta yang mengikuti setiap sesi pelatihan di perpustakaan.

Peserta tidak hanya mendapatkan ilmu secara teoretis dari literatur yang tersedia, tetapi juga mendapatkan pendampingan langsung untuk mempraktikkan materi yang telah dipelajari, mulai dari tahap produksi hingga strategi pemasaran sederhana.

Ke depan, Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus memperkuat sarana dan prasarana penunjang literasi inklusi sosial ini di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Benhur berharap, keberhasilan program ini dapat menjadi inspirasi bahwa budaya membaca yang kuat akan berbanding lurus dengan kecerdasan dalam mengelola potensi diri demi kemajuan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (HENDRI/R)