PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Guna menghidupkan budaya baca di ruang publik, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya terus memperkuat sinergi dengan berbagai komunitas literasi lokal.

Langkah kolaboratif menciptakan ekosistem membaca yang lebih santai, inklusif, dan dekat dengan keseharian masyarakat.

Dengan memanfaatkan taman-taman kota sebagai lokasi kegiatan, literasi diharapkan tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang kaku, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban.

Plt Kepala Dispursip Kota Palangka Raya, Benhur Pangaribuan, menyatakan keterlibatan komunitas merupakan kunci vital dalam mempercepat penyebaran virus literasi.

Menurutnya, komunitas memiliki kedekatan emosional dan cara penyampaian yang lebih kreatif dalam menarik minat masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, untuk kembali mencintai buku di tengah maraknya hiburan digital.

“Kami menyadari pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun budaya baca yang kuat. Oleh karena itu, kami menggandeng komunitas-komunitas literasi untuk aktif menggelar kegiatan di ruang publik," katanya, Rabu, 15 April 2026.

Benhur menambahkan, bentuk kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan seperti lapak baca gratis, diskusi buku ringan, hingga sesi mendongeng bagi anak-anak di akhir pekan.

Dengan menghadirkan perpustakaan di area terbuka, hambatan psikologis masyarakat yang mungkin sungkan untuk datang ke gedung formal perpustakaan dapat terkikis, sehingga interaksi antara pembaca dan bahan bacaan terjalin lebih alami.

Selain menyediakan dukungan berupa peminjaman koleksi buku, Dispursip juga memberikan ruang bagi para penggiat literasi untuk memberikan masukan terkait jenis bacaan yang paling diminati oleh warga saat ini.

Hal ini dilakukan agar pengadaan buku ke depan menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan serta tren yang berkembang di tengah komunitas masyarakat Kota Palangka Raya. (HENDRI/R)