PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menegaskan bahwa keberhasilan pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) tahun 1447 Hijriah sangat bergantung pada kuatnya kolaborasi antar instansi.

Fokus utama dalam persiapan kali ini adalah menyatukan visi seluruh pihak terkait agar proses pelepasan hingga jemaah memasuki Asrama Haji Embarkasi dapat berjalan selaras dan minim kendala.

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung pada Rabu, 15 April 2026, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengumpulkan berbagai elemen mulai dari perangkat daerah hingga instansi vertikal.

Pertemuan ini bertujuan untuk memetakan tanggung jawab masing-masing sektor agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi di lapangan saat hari keberangkatan tiba.

Zaini menjelaskan bahwa kenyamanan jemaah adalah prioritas kolektif yang tidak bisa hanya dibebankan pada satu instansi saja.

Ia berharap komunikasi antara Pemerintah Kota dengan Kementerian Agama dan pihak keamanan dapat terjalin secara intensif demi memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh calon tamu Allah.

"Pelayanan haji harus kita tingkatkan dari tahun ke tahun. Saya minta panitia memastikan kelayakan sarana transportasi, kesehatan jemaah, serta keamanannya," ujar Achmad Zaini di tengah diskusi bersama para pemangku kepentingan.

Selain koordinasi teknis, rapat tersebut juga membahas mitigasi risiko di titik-titik kumpul massa saat acara pelepasan.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mengatur arus lalu lintas dan manajemen kerumunan keluarga pengantar, sehingga suasana tetap khidmat dan tidak mengganggu kenyamanan jemaah yang akan berangkat.

Melalui komitmen bersama ini, Pemerintah Kota Palangka Raya optimistis dapat menghadirkan pelayanan prima yang berkelanjutan.

Semangat gotong royong antar instansi ini diharapkan menjadi standar baku dalam setiap penyelenggaraan agenda besar keagamaan khususnya dalam mengantarkan jemaah menuju ibadah haji yang mabrur. (HENDRI/R)