BORNEONEWS, Palangka Raya - Baru setahun merintis usaha, Arno (25) seorang arsitek muda di Palangka Raya menemui bahwa pandangan kebanyakan orang tentang arsitek salah. Kebanyakan orang berpikir bahwa jasa desain arsitektur itu sangat mahal sehingga hanya mampu dibayar oleh kalangan atas atau orang mampu. Samentara kalangan menengah tidak bisa bermimpi dapat menggunakan jasa desain itu.

"Saya mengenalkan jasa desain melalui akun Jasa Desain Bangunan Kalteng di medsos karena saya ingin dunia arsitektur lebih dikenal di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Selama ini yang saya lihat desain-desain yang ada bukan hasil desain arsitektur sungguhan melainkan hasil comotan dari internet. Dari segi kualitas, yang dicomot tentu berbeda ukuran dengan ukuran asli di lokasi," ungkap Arno kepada Borneo News, Jumat (30/12/2016).

Hal inilah yang menggugah Arno untuk mengenalkan dunia arsitektur secara luas melalui perantara medsos. Pemuda berdomisili di Palangka Raya ini mengaku prihatin melihat banyaknya bangunan yang berdiri tanpa ada perencanaan terlebih dahulu. Terkadang hanya mencomot dari internet sehingga ujung-ujungnya bangunan dibongkar dan dibangun ulang.

"Dibangun kemudian dibongkar artinya 2 kali bangun, biaya juga jadi 2 kali lipat. Saya ingin masyarakat mengenal dunia arsitektur itu bukan hanya milik kalangan atas atau developer atau perusahaan atau orang-orang berduit," tandasnya.

Kebanyakan orang menurutnya memandang jasa desain arsitektur itu mahal. Walaupun sebenarnya memang "agak" mahal namun Arno ternyata memiliki penjelasan lain terkait hal ini.

"Kalau dikatakan mahal memang agak mahal. Tapi yang menjadi catatan adalah arsitek tidak akan berguna jika kita berdiri dengan keegoisan yang kita miliki. Artinya untuk jasa bisa dinego," ucap pemuda yang sudah mendesain untuk beberapa bangunan terkenal di Kota Cantik ini. (TESTI PRISCILLA/m)