JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengharapkan hubungan bilateral Indonesia dan China dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam mengentaskan daerah tertinggal di tanah air.

Menurutnya, hubungan internasional itu tidak sekadar memberikan bantuan sosial, tetapi juga mengarah pada paradigma baru, yakni pengentasan daerah tertinggal melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas untuk menurunkan angka persoalan, khususnya pada masalah yang dihadapi di daerah-daerah tertinggal.

"Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Tiongkok di bidang pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan serta memastikan kelancaran pelaksanaan program-program yang telah direncanakan pada tahun 2026," kata Mendes Yandri saat menerima audiensi Duta Besar (Dubes) China untuk RI Wang Lutong di Kantor Kemendes, Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pembaruan kerja sama kementerian dalam dinamika pemerintahan, terutama saat terjadi penyesuaian nama, nomenklatur, ataupun struktur kementerian, seperti perubahan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menjadi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Penyesuaian nomenklatur itu, menurut dia, bernilai penting untuk dilakukan dalam waktu dekat guna meningkatkan efektivitas birokrasi, mengoptimalkan sumber daya, dan memperkuat koordinasi antarlembaga.

Di samping itu, kata Mendes Yandri, penyusunan rencana kerja yang konkret juga tidak kalah penting. Hal tersebut berfungsi sebagai peta jalan yang terukur demi memastikan operasional berjalan lancar, dan menjamin pencapaian target sesuai harapan kedua belah pihak.

Salah satu contoh penyusunan rencana kerja yang konkret itu adalah 12 Rencana Aksi Bangun Desa dari Kemendes. Program dalam rencana aksi itu di antaranya adalah Desa Tematik, Desa Ekspor, dan Desa Wisata. Mendes Yandri mengatakan program itu bernilai penting untuk mengoptimalkan potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat desa.

ANTARA