PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Prof. Dr. Ir. Evi Feronika Elbaar, M.Si mengangkat isu strategis pengelolaan lahan gambut dalam orasi ilmiahnya pada Rapat Senat Terbuka pengukuhan Guru Besar Universitas Palangka Raya pada Rabu, 15 April 2026. Ia menyoroti pentingnya transformasi agribisnis berkelanjutan sebagai kunci menjaga keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Dalam pemaparannya, Evi menjelaskan bahwa lahan gambut terbentuk melalui proses yang sangat panjang dan menyimpan fase kehidupan dalam rentang waktu lama.

"Ekosistem ini memiliki fungsi vital sebagai pengatur iklim alami, sumber produksi potensial untuk ketahanan pangan, serta cadangan air dengan keanekaragaman hayati yang unik," kata Prof Evi dalam Orasi Ilmiahnya.

Namun, di balik potensi tersebut, lahan gambut juga memiliki kerentanan tinggi. Ia menegaskan bahwa kesalahan dalam pengelolaan dapat menimbulkan dampak serius, sehingga lahan gambut tidak direkomendasikan untuk pertanian tradisional dalam skala besar tanpa pendekatan yang tepat.

Evi kemudian mengangkat pertanyaan mendasar terkait bagaimana menyeimbangkan antara pemanfaatan dan pelestarian agar tetap menjadi sumber ekonomi hijau.

"Persoalan tersebut menjadi titik penting dalam merumuskan arah kebijakan dan praktik agribisnis di lahan gambut," terangnya.

Ia menilai, tidak semua sistem dapat dipaksakan mengikuti logika produksi semata. Diperlukan perubahan paradigma (shifting paradigm) yang disertai kerangka praktis dan terapan untuk menciptakan model agribisnis yang mampu menjaga keselarasan antara produktivitas ekonomi dan integritas ekologi.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Evi mengusung orasi berjudul “Strategi Transformasi Agribisnis Berkelanjutan di Lahan Gambut Kalimantan Tengah untuk Ketahanan Pangan”.

"Masa depan agribisnis sangat ditentukan oleh pilihan, apakah tetap bertumpu pada eksploitasi atau bertransformasi menuju sistem yang berkelanjutan," tegasnya.

Sidang terbuka tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UPR, Prof. Salampak bersama Ketua Senat UPR, Prof. Petrus Poerwadi. Keduanya memandu jalannya prosesi yang berlangsung tertib dengan dihadiri unsur pimpinan, dosen, serta tamu undangan.

Turut hadir mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Yuas Elko. Selain itu, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Arton S Dohong juga terlihat menghadiri kegiatan tersebut. (TESTI PRISCILLA/j)